Loading...

Surabaya, Tiada Hari Tanpa Ekspor Si Golden Leaf

16:18 WIB | Tuesday, 10-April-2018 | Kebun | Penulis : Ahmad Soim

 Setiap hari petugas Karantina Surabaya wilker Bandara Internasional Juanda - Sidoarjo memeriksa puluhan bahkan ratusan kilogram tembakau atau yang disebut juga dengan “Golden Leaf” yang akan di ekspor ke mancanegara. Disebut golden leaf karena pada masa kejayaannya tembakau mempunyai nilai ekonomi yang tinggi layaknya “emas” di dunia internasional terutama tembakau Deli.

 

 

 

 Sri Mulyaningati Nur Azizah salah satu petugas karantina Surabaya misalnya pada 4 April 2018 memeriksa 800 Kg tembakau di gudang pemilik di PT BP- Malang. PT. BP telah ditetapkan sebagai tempat lain, sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian No.38 Tahun 2014 tentang Tindakan Karantina Tumbuhan di Luar Tempat Pemasukan dan Pengeluaran.

 

 

 

Menurut Sri Mulyaningati, “ tembakau-tembakau tersebut bebashbh dari seranggga Lasioderma serricorne sehingga Phytosanitarry Certificate/PCG dapat diterbitkan”. PC merupakan persyaratan yang diwajibkan oleh Vietnam sebagai negara tujuan ekspor.

 

 

 

Beberapa tahun terakhir negara-negara Asia mulai melakukan importasi tembakau, walaupun pada masa lalu tembakau-tembakau Indonesia lebih ditujukan ke pasar lelang tembakau terbesar di dunia, Bremen - Jerman. 

 

 

 

Berikut data statistik eksportasi tembakau selama kurun waktu seminggu pada April 2018 yang dikirimkan melalui Bandara Juanda yaitu 3 April : 10,4 Kg; 4 April: 28,44, 5 April 20.65 Kg; dan 6 April : 20,65 Kg. Tembakau - tembakau tersebut diekspor ke Jepang, Amerika, Jerman, Inggris, Belgia dan Amerika. Herny

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162