Loading...

Pemuda Tani Purwakarta Ramaikan Optimalisasi Penggunaan Alsintan Bantuan Kementan

19:57 WIB | Monday, 16-April-2018 | Nusantara | Penulis : Kontributor

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta Agus Rachlan Suherlan melakukan panen padi varietas M 400 di lahan percontohan UPT Benih Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta seluas satu ha dengan hasil ubinan 6,2 ton/ha/GKG.

 

 

 

Kegiatan Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta Jawa Barat ini merupakan rangkaian kegiatan Purwakarta tiada hari tanpa panen dan tanam, Selain kegiatan  panen,  juga dilakukan pengolahan lahan milik kelompok tani Saluyu yang diketuai Sukarya  di Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta. Pengolahan lahan dilakukan dengan  menggunakan traktor roda 2 (TR2).

 

 

 

Sekelompok pemuda tani  di Desa Bungurjaya, Kecamatan Pondoksalam, meramaikan kegiatan tiada hari tanpa panen dan tanam ini dengan mendemonstrasikan bagaimana menggunakan TR2 bantuan Kementan. “Kegiatan ini kami lakukan sambil  ngariung untuk membahas persiapan  mengikuti Bintek Sayuran dan Kopi,”  kata Ketua Kelompok Pemuda Tani Tunas Mekar   Asep Junaidi.

 

 

 

Para generasi muda petani tersebut siap menjadi petani, terlebih sekarang menjadi petani sudah modern, tidak  lagi mengolah lahan dengan bajak, tidak memanen dengan ani-ani/arit tapi dengan mesin combine hardvester. Tanaman padinya tidak lagi dipanen pada umur 120 hari tapi cukup 90 hari dengan varietas unggul berumur pendek dan produksi tinggi diantaranya  Inpari 30.

 

 

 

Hingga 13 April 2018, Purwakarta telah mengoptimalkan bantuan alat mesin Kementerian Pertanian yaitu Trakator (TR2) 185 unit (dari 228) telah mampu mengolah lahan seluas 5.588,8 ha, mesin combine harvester kecil (CHK) 10 unit (dari 13) sudah dipergunakan untuk panen padi seluas 233,7 ha. Optimalisasi  combine harvester sedang (CHS) 16 unit (dari 18) untuk panen padi seluas 455,9 ha dan penggunaan pompa air 4 buah dari (78 unit) telah mampu mengairi 10,4 ha sawah milik petani. Pompa air belum banyak dipakai karena ketersediaan air masih mencukupi.   

 

 

 

Dengan sumberdaya alam yang subur dan topografi yang indah, didukung teknologi yang sesuai seperti penggunaan pupuk seimbang, benih unggul, sistim tanam jajar legowo dan mekanisasi pertanian serta sumberdaya manusia yang handal mempunyai semangat cinta pertanian,  Purwakarta telah mampu mencukupi kebutuhan pangan rakyatnya bahkan surplus.

 

 Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta Suherlan mengatakan pada musim tanam Oktober 2017-Maret 2017, Purwakarta telah melampaui target pemerintah dalam capaian luas tambah tanam, yakni mencapai 102%. “Ini bukti komitemen Dinas Pangan dan Pertanian mendukung program Swasembada Pangan untuk mencapai Indonesia menjadi lumbung pangan dunia di tahun 2045,” tambah Suherlan. Sri Puji Rahayu/ Aemudin

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162