Loading...

Mentan Promosikan Lahan Tadah Hujan ke PBB

15:37 WIB | Monday, 16-April-2018 | Nasional | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Upaya peningkatan pangan di Indonesia, termasuk hasil pertanian tadah hujan menjadi salah satu bahasan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman pada saat ditemui Pelapor Khusus Dewan Hak Asasi Manusia Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Terhadap Hak Atas Pangan, Hilal Elver, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Senin (9/4).

 

Amran pada kesempatan itu menjelaskan upaya-upaya optimalisasi lahan tadah hujan, lahan gersang (arable land) dan lahan rawa pasang surut (someland). Di antaranya adalah dengan membangun embung, pompanisasi, membangun sumur dangkal, sumur dalam dan dam kecil.

 

Upaya yang dilakukan tersebut, menurut Amran, berhasil meningkatkan produksi pertanian tadah hujan di seluruh Indonesia hingga 50%. “Yang dulunya hanya tanam sekali, sekarang kami program dua kali. Ke depannya akan tiga kali dengan membangun rain water technology,” terangnya.

 

Selain optimalisasi lahan, pembentukan program pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) sebagai salah satu upaya peningkatan ketahanan pangan juga ia sampaikan kepada Elver. Elver berencana mengunjungi KRPL di Yogyakarta, juga lahan tadah hujan dan pasang surut di Palembang.

 

"Setelah berdialog dengan delegasi dan timnya, mereka cukup mengapresiasi gerakan Kami atas perintah Presiden Joko Widodo untuk memuliakan dan melindungi petani," tambahnya.

 

Kunjungan yang dilakukan Elver bertujuan untuk mengumpulkan laporan kebijakan Pemerintah Indonesia terkait swasembada dan ketahanan pangan.

 

Selanjutnya, hasil kunjungan Hilal terkait langkah pemerintah Indonesia ini akan dipresentasikan dan direkomendasikan dalam pertemuan Dewan Komisaris HAM PBB pada 2019 mendatang. Tia/Ira

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162