Loading...

Mencegah Penyuapan Auditor Dalam Pengawasan

10:09 WIB | Wednesday, 07-June-2017 | Agri Wacana, Agri Wacana | Penulis : Kontributor

Oleh: M. Taufiq Mahmud

 

Judul tulisan di atas tentu akan mengusik kenyamanan dan ketenangan auditor. Timbul pertanyaan, apa yang terjadi dengan auditor, benarkah auditor dapat disuap, apakah auditor tidak berintegritas dalam melaksanakan audit. Kalau auditor tidak berintegritas, mengapa?

 

Masih adanya perilaku auditor tersebut tentu saja menciptakan citra buruk bagi institusi pengawasan Inspektorat Jenderal, yang sejak tahun 2009 telah menginisiasi pencegahan dini korupsi di lingkungan Kementerian Pertanian melalui Kegiatan Pembinaan SPIP dan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

 

Hal tersebut juga bertentangan dengan reformasi birokrasi yang bertujuan untuk menciptakan birokrasi pemerintah yang profesional dengan karakteristik adaftif, berintegritas, berkinerja tinggi, bersih, dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, mampu melayani publik, netral, sejahtera, berdedikasi tinggi, dan memegang teguh nilai-nilai dasar dan kode etik aparatur negara.

 

Peran, Kode Etik dan Godaan Aparat Pengawasan

 

Pengawasan intern memegang peranan penting untuk terlaksananya program pembangunan dan implementasi kebijakan strategis, serta mengeliminir permasalahan-permasalahan. Inspektorat Jenderal selaku aparat pengawas intern memegang peran strategis dalam upaya perbaikan manajemen dalam pengelolaan program melalui kegiatan pengawasan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program.

 

Inspektorat Jenderal dituntut menjadi lembaga pengawasan intern yang profesional, berintegritas, dan independen, memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan. Peran Inspektorat Jenderal sebagai aparat pengawasan intern pemerintah tersebut dalam menunjang pembangunan hanya akan terwujud secara efektif bila didukung dengan auditor yang profesional, berintegritas, independen, dan kompeten.

 

Untuk menjaga perilaku auditor dalam pengawasan diperlukan kode etik aparat pengawasan intern pemerintah. Kode etik tersebut wajib ditaati oleh auditor. Kode etik auditor merupakan wujud komitmen moral organisasi Inspektorat Jenderal, mengandung hal-hal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh anggota profesi, tujuan dan cita-cita luhur profesi, serta pemberian sanksi kepada auditor yang melanggar kode etik.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162