Loading...

e- Paper Tabloid Sinar Tani - Optimalisasi Bantuan Alsintan

10:57 WIB | Tuesday, 17-April-2018 | Sorotan | Penulis : Pimpinan Redaksi

e- Paper Tabloid Sinar Tani - Optimalisasi Bantuan Alsintan

 

Sejak tiga tahun terakhir Kementerian Pertanian menggelontorkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dalam jumlah cukup besar. Sayangnya, di beberapa lokasi pemanfaatan bantuan tersebut  belum sesuai harapan. Pemerintah pun membentuk Tim Optimasi Alsintan yang bertugas memantau pendistribusian dan pemanfaatan alsintan secara optimal diseluruh propinsi.

 

“Kami menggunakannya bergiliran dengan kelompok lainnya agar alsintan ini tetap berjalan,” ungkap Manajer UPJA Tani Makmur, A. Ropiq. UPJA Tani Makmur yang berlokasi di Desa Simorejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, memang pernah mendapat bantuan dari pemerintah berupa handtraktor, transplanter (mesin tanam) dan mesin pompa.

Sebenarnya alsintan tersebut diberikan kepada Kelompok Tani (Koptan) Tani Makmur, namun untuk mengelola bantuan tersebut, petani akhirnya sepakat membentuk UPJA. Sejak berdiri 15 Mei 2015, UPJA tersebut kini miliki aset transplanter 2 unit, handtraktor 3 unit dan mesin pompa 7 unit. 

Sementara Koptan Barokah di Desa Ngadirejo, Kec. Widang, Kab. Tuban, Jawa Timur  membentuk Brigade Alsintan untuk meng­optimalkan pemanfaatan bantuan pemerintah tersebut. Menurut Manager Brigade Alsintan Tani Barokah, Kundari, pembentukan brigade ini agar seluruh petani di wilayahnya dapat menggunakan alsintan sesuai yang dibutuhkan. 

“Terkadang petani masih manual (usaha tani), karena keter­batasan alsintan. Tapi dengan adanya brigade ini, tidak ada lagi yang namanya ‘alsintan meng­anggur’, melainkan digunakan sesuai fungsinya dan dimanfaatkan seluruh petani,” tutur Kundari.

Koptan Barokah sampai kini telah memiliki tujuh jenis alsintan. Ada eskavator 1 unit, traktor roda empat 1 unit, mesin pompa air 4 inci satu unit, mesin pompa air 6 inci sebanyak empat unit, alat tanam (transplanter) 2 unit, hand tarktor 5 unit, dan truk 1 unit.

 

Beleid Pengelolaan UPJA

Pembentukan UPJA dan Brigade Alsintan memang menjadi alternatif kelompok tani untuk mengoptimalkan pemanfaatan bantuan alsintan pemerintah. Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanain, Kementerian Pertanian, Pending Dadih Permana sempat mengingatkan agar pemerintah daerah memanfaatkan alsintan secara optimal. 

“Alsintan yang kita berikan bukan hanya dibagi-bagi, tapi juga harus dikonsolidasikan. Karena alsintan bukan hanya alat, tapi barang modal. Jadi Pemda wajib memantau dan membina agar menjadi satu usaha dalam bentuk UPJA (Unit Pelayanan Jasa Alsintan),” tuturnya.

Dalam pengelolaan UPJA, Kementerian Pertanian telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 25 Tahun 2008. Dalam Permentan tersebut, pengelolaan UPJA menyatu dengan kelompok tani/gabungan kelompoka tani. Namun selama ini terkesan pengelolaan UPJA masih dianggap di luar kelompok tani.

Direktur Alsintan Ditjen PSP Kementerian Pertanian, Bustanul Arifin mengatakan, agar bantuan alsintan bisa dimaksimalkan peng­gunaannya oleh petani, maka kebutuhan alsintan disesuaikan dengan kebutuhan Poktan atau Gapoktan. “Jadi, kriteria atau kapasi­tas alsintan harus sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Jangan sampai masyarakat atau petani perlunya traktor roda dua diberi bantuan traktor roda empat,” ujarnya.

Menurut Bustanul, Gapoktan atau Poktan bisa membentuk UPJA. UPJA inilah yang nantinya berfungsi mengelola setiap bantuan alsintan untuk kepentingan petani.  “UPJA bisa menyewakan jasa alsintan ke anggotanya. Kalau setiap UPJA yang dibentuk Pok­tan atau Gapoktan dikelola dengan baik, akan memberikan keun­tungan bagi kelompoknya,” katanya.

Hingga kini setidaknya ada 11 jenis alsintan yang diberikan ke petani, seperti traktor roda dua, traktor roda empat, pompa air, rice transplanter, corn seeder (alat tanam jagung), dan cultivator. 

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162