Loading...

Biosilika, Pacu Pertumbuhan Bawang Merah

23:28 WIB | Sunday, 15-April-2018 | Inovasi Teknologi, Teknologi | Penulis : Gesha

 

 

Produksi padi di Indonesia sangatlah besar. Salah satu hasil samping dari padi adalah sekam. Sayangnya, hingga kini produk tersebut belum banyak dimanfaatkan petani. Padahal jika diolah menjadi pupuk biosilika mampu memacu pertumbuhan bawang merah.

 

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian - Kementan, melalui Balai Besar Litbang Pascapanen (BB-Pascapanen) telah berhasil memproduksi pupuk silika dari sekam padi yang dikenal dengan biosilika. Pupuk biosilika tersebut sangat berguna untuk pertumbuhan beragam tanaman. Saat ini tengah diujicoba pada tanaman bawang merah di Nagari Sungai Nanam, Kec. Lembah Gumanti, Kab. Solok - Sumbar.

Sekretaris Kelompok Tani Bintang Timur, Mulyadi telah mencoba sendiri keampuhan biosilika tersebut pada tanaman bawang merahnya. Pada umur 40 - 45 hari setelah tanam, tanaman bawang merah yang diberi pupuk biosilika memiliki pertumbuhan jauh lebih baik. Terlihat, daunnya lebih besar, jumlah anakan lebih banyak, dan produksi umbi bawangnya pun meningkat.

Penyuluh Dinas Pertanian Kab. Solok, Yeni Gusnida yang mendampingi ujicoba lanjutan pupuk biosilika pada tanaman bawang merah pun mengakui kehebatan pupuk biosilika. "Pertumbuhan bawang merah yang diberi pupuk biosilika sangat berbeda, daun bawangnya nampak lebih tegar dan ukuran daunnya lebih besar," katanya.

 

Produksi Dalam Negeri

 

Kepala BB-Pascapanen, Prof. Dr. Risfaheri, menuturkan bahwa biosilika dapat memacu pertumbuhan dan meningkatkan ketahanannya terhadap hama dan penyakit. "Sejauh ini testimoni petani dan penyuluh serta minat masyarakat setempat terhadap penggunaan pupuk biosilika pada tanaman bawang merah sangat positif," tuturnya.

Risfaheri menambahkan, bahwa potensi sekam padi yang ketersediaannya sangat berlimpah selama ini lebih banyak terbuang. Setiap ton sekam padi mengandung silika sekitar 150-200 kg. Karena itu, berkembangnya pemanfaatan biosilika dari sekam padi disamping akan mendorong peningkatan nilai ekonomi sekam padi, juga bisa menghemat devisa negara dengan pengurangan impor silika karena diproduksi di dalam negeri. 

Hal tersebut dibenarkan peneliti biosilika BB-Pascapanen, Tatang Hidayat. Menurutnya, proses produksi pupuk biosilika dari sekam padi sangat sederhana, sehingga biaya produksi dan harga jualnya bisa lebih murah dibanding pupuk silika komersial yang sebagian besar merupakan produk impor yang harganya mencapai Rp. 175 ribu - Rp. 250 ribu/liter.

Tatang memperkirakan, pupuk biosilika dari BB-Pascapanen bila diproduksi pada skala komersial, harga produk biosilika sampai ditangan konsumen (petani) hanya sekitar Rp. 75 ribu/liter. Nilai itu, jauh di bawah harga produk komersial yang selama ini ada di pasaran.

“Kandungan silika dalam produk pupuk cair silika impor dan pupuk biosilika rata-rata sekitar 15-20%. Dosis pemakaian pupuk biosilika untuk tanaman bawang per hektar 0,5 - 3 liter, tergantung kandungan silika tanah," kata Tatang. Gsh/hoerudin/BBP-Pascapanen

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162