Loading...

APS 100, Pompa Air Bertenaga Hybrid

23:45 WIB | Sunday, 15-April-2018 | Inovasi Teknologi, Teknologi | Penulis : Gesha

Kebutuhan pompa air, khususnya pada musim kemarau, cukup tinggi untuk menjamin ketersediaan air di lahan-lahan pertanian dalam mendukung usahatani. Sayangnya, pompa komersil yang ada, efisiensi bahan bakar dan daya penyaluran debit air tidak sebanding, sehingga boros. Karena itu, Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) merancang APS 100 yaitu pompa air bertenaga hybrid.

 

Pompa air kini menjadi alat dan mesin pertanian yang banyak dibutuhkan petani, khususnya di wilayah suboptimal agar bisa meningkatkan usaha tani dan produksi. Namun, penggunaan pompa tersebut terkadang dihadapkan pada sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (solar atau bensin). “Apalagi untuk di daerah pelosok, ketersediaan BBM sangat sedikit. Belum lagi konversi energi yang digunakan juga menjadi lebih mahal,” ungkap Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Andi Nur Alam Syah.

Karena itu, BBP Mektan sebagai institusi yang berinovasi dan merakit alat mesin pertanian yang tepat guna bagi petani merasa sangat perlu untuk membuat pompa sentrifugal dengan memanfaatkan bahan bakar hybrid yaitu BBM dan Gas (elpiji) sehingga bisa dipergunakan petani di segala kondisi. “Kita (BBP Mektan) harapkan dan mendorong agar pompa sentrifugal hybrid ini bisa digunakan petani di lahan suboptimal oleh Direktorat Jendral teknis,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Bidang Kerjasama, Pendayagunaan Perekayasaan dan Pengujian BBP Mektan, Agung Prabowo menuturkan, perakitan pompa sentrifugal sudah lama dilakukan BBP Mektan sejak lama. “Dulu, pompa BBP Mektan sudah diadopsi di Pinrang dan Probolinggo. Kemudian dikemas ulang dan beda dengan yang dulu, sehingga kemanfaatannya dapat digunakan dual bahan bakar (hybrid)” tuturnya. 

Pompa yang kemudian disebut dengan nama Alsintan Pompa Sentrifugal 100 (APS 100) ini memiliki ciri khas berupa motor bakar yang khusus didesain menggunakan bahan bakar bensin maupun LPG tanpa ada kerusakkan komponen di dalam motor bakarnya. Converter kit yang digunakan juga sudah tersertifikasi Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) dan Honda Power Product Indonesia (HPPI) sehingga aman dalam penggunaan. 

“Tambahan converter kit tersebut bisa memungkinkan petani untuk bisa digunakan full menggunakan bensin maupun full menggunakan gas, semua tergantung kebutuhan sehingga bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

Mengenai keunggulan dari APS 100 ini, Agung menuturkan dibandingkan dengan pompa air lokal berukuran 4 inchi yang hanya mampu mencapai efisiensi 65 persen, APS 100 ini bisa mencapai rata-rata efisiensi pompa yang ada yaitu 68 persen. Debit air yang dihasilkan dari pompa ini adalah 0.7-1,2 meter kubik per menit. Meskipun tergolong besar dalam mengalirkan air, APS 100 termasuk irit bahan bakar karena hanya mengkonsumsi bahan bakar gas sebanyak 1,7 kg/jam sedangkan untuk bensin sebanyak 2,37 kg/jam.

Kini, APS 100 ini sudah bisa diperoleh masyarakat pengguna berkat adanya kerjasama lisensi non ekslusif dari BBP Mektan kepada PT Pro Solusi Perkasa dan PT. Mitra Sarana Pertanian. Lisensi merupakan mekanisme percepatan penyebaran teknologi Balitbangtan secara masif, cepat dan terjamin kualitasnya. Karenanya, pendampingan oleh BBP Mektan kepada mitra juga terus dilakukan.

“Pendampingan full dilakukan sejak pembuatan contoh prototype sampai memproduksi secara massal. Sedangkan harga untuk di tingkat pengguna, semua diserahkan kepada produsen,”  kata Agung. Gsh/BBP-Mektan

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162