Loading...

STPP Bogor Ajak Anak-anak Cinta Pertanian dengan Agro Eduwisata

12:30 WIB | Thursday, 30-March-2017 | Nusantara | Penulis : Gesha

Mengenal dunia pertanian memang sebaiknya dari usia dini. Salah satunya mengajarkan anak-anak sekolah dasar cinta pertanian dalam bentuk Agro Eduwisata. 

 

Seperti yang dilakukan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor yang menerima kunjungan dari Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Insantama, beberapa waktu lalu.

 

Sebanyak 122 siswa-siswi kelas 2 dari SDIT Insantama. Untuk diketahui, program AgroEduWisata yang dicanangkan STPP Bogor merupakan kegiatan rutin sejak tahun 2014.  Bergesernya tren ke wisata edukasi ini juga ditangkap dengan baik Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Bogor (STPP Bogor) yang menggelar program Agro Eduwisata. 

 

“Program ini mendekatkan pembelajaran pertanian bagi anak-anak sekolah. Tidak sekedar menanam padi, tetapi para siswa juga diajari bagaimana mengolah komoditi tersebut menjadi sesuatu yang bisa mereka konsumsi. Secara sederhana namun mudah dipahami anak-anak,” tutur Kepala STPP Bogor, Nazarudin ketika dihubungi Tabloid Sinar Tani.

 

Setiap bulannya, beberapa sekolah selalu menghubungi pihak STPP untuk menentukan jadwal kunjungan. Pesertanya pun beragam mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA. 

 

Koordinator Bidang Pengabdian Masyarakat, Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, STPP Bogor, Achmad Musyadar mengatakan, program AgroEduwisata ini bukan hanya menjadi program rekreasi saja, tapi bisa menjadi jalan menumbuhkan rasa cinta pertanian sekaligus menjadi titik awal membuka cita-cita menjadi petani (modern).

 

Kegiatan ini juga menjadi bentuk pengenalan pertanian usia dini, sehingga nantinya di sekolah bisa ada kelanjutan program seperti ini. Misalnya, dengan Pengenalan Lingkungan Hidup (PLH) atau sekolah hijau. “Apalagi Walikota Bogor, Bima Arya pernah mencanangkan sistem pertanian kota (urban farming) untuk Bogor. Sehingga di rumah-rumah atau sekolah-sekolah bisa mengarahkan program menanam seperti tanam cabai dalam botol air mineral bekas,” tutur Achmad.

 

Perwakilan guru pembimbing dari SDIT Insantama, Rizka Nur Fajriyah mengaku senang murid-muridnya bisa mengikuti kegiatan AgroEduWisata dari STPP Bogor. Menurutnya, banyak kegiatan dalam AgroEduWisata yang bisa ditindaklanjuti siswa di sekolah. "Banyak ilmu (pertanian) yang bisa kami ambil dari sini sehingga bisa kami lakukan di sekolah maupun di rumah,” katanya

 

Rizki menilai, kegiatan seperti ini menjadi pembelajaran nyata bagi anak-anak untuk mencintai hewan dan tumbuhan serta. Selain itu anak-anak juga bisa menghargai proses bertani untuk mendapatkan makanan yang biasa dimakan sehari-hari.

 

Menurut Rizka, di SDIT Insantama ada program Farming yaitu menanam hingga mengolah hasil pertanian. Setiap tahunnya ada lima kali pertemuan. Tahun ini programnya mengenal tanaman ubi kayu. “Anak-anak kita ajak bertanam, memanen sampai mengolahnya menjadi makanan," ujarnya.

 

Siswa-siswi SDIT Insantama yang berkunjung ke STPP terlihat antusias berkeliling mulai dari lab pasca panen, berfoto dengan traktor besar, bertanam cabai di gelas mineral hingga bermain di kolam ikan. Di Lab Pasca Panen, anak-anak mendapat puding ubi dan es krim talas setelah sebelum diperkenalkan cara mengolahnya. 

 

Bergeser ke gudang alat dan mesin pertanian, siswa siswi terlihat antusias melihat traktor besar dan menyempatkan berfoto bersama. Saat di kebun Percobaan, anak-anak ini mencoba untuk menanam cabai dalam gelas. Dimulai dari mengisikan pupuk kandang, menanam bibitnya, menggunakan tanah gembur hingga menyiramnya. 

 

Sedangkan saat di kolam ikan, anak-anak diajak berlomba menangkap ikan. "Kita senang sekali bisa tahu tentang menanam dan main sama ikan," tutur siswa kelas 2 SDIT Insantama, Abin.  Gsh

 

 

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162