Loading...

Jalan Panjang Tabloid Sinar Tani

14:44 WIB | Tuesday, 02-September-2014 | Liputan Khusus | Penulis : Julianto

Selamat Ulang Tahun ke-44

 

Pasang surut. Itulah perjalanan kehidupan. Begitu juga yang terjadi pada Tabloid Sinar Tani. Pada 29 Agustus 2014, alhamdulillah tabloid tercinta ini menginjak usia ke-44 tahun.

 

Ibarat manusia, usia 44 tahun adalah usia yang matang dalam mengarungi perjalanan panjang kehidupan. Suka-duka, susah dan senang, serta berbagai aral rintangan telah dilalui Sinar Tani.

 

Keberadaan Tabloid Sinar Tani memang tidak lepas dari kebijakan pemerintah Orde Baru yang menetapkan sektor pertanian sebagai sentra pembangunan nasional.  Saat itu pemerintahan Soeharto meluncurkan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) I tahun 1969.

 

Sebagai Menteri Pertanian Kabinet Pembangunan I, Prof. Dr. Ir. Toyib Hadiwijaya, Sekretaris Jenderal, Drs. Mashud Wisnusaputra sangat menyadari amanah dalam Repelita itu sangat besar. Apalagi untuk membangun pertanian banyak menghadapi tantangan yang tak ringan. Bukan hanya persoalan sarana produksi, tapi juga kualitas sumberdaya manusia.

 

Kedua petinggi Departemen Pertanian itu mengakui bahwa keberhasilan pembangunan pertanian diperlukan penyebarluasan informasi. Dengan demikian, masyarakat bukan hanya mengetahui, tapi juga berperan aktif dalam pembangunan pertanian.

 

Kemudian digagas menerbitkan surat kabar yang diharapkan berperan menyebarkan kebijakan, langkah operasional dan teknologi pertanian. Dengan demikian akan lebih cepat diterima petani dan aparat pertanian. Pengetahuan dan keterampilan penyuluh pertanian dapat lebih cepat ditingkatkan.

 

Namun untuk mewujudkan keinginan ini tidak mudah. Sesuai kebijakan pemerintah (dhi Departemen Penerangan) saat itu, setiap instansi pemerintah tidak diboleh menerbitkan surat kabar.

 

Untuk mengatasi hal ini Pimpinan Departemen Pertanian beserta beberapa pejabat atas nama perseorangan membentuk suatu wadah yang berbadan hukum, yaitu PT. Duta Karya Swasta. Perusahaan tersebut mendapat  tugas menangani penerbitan surat kabar.

 

Pada 10 Juli 1970 berdiri PT. Duta Karya Swasta di hadapan Notaris Drs. Gde Ngurah Rai SH. Perusahaan tersebut mendapat pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor Y.A.5/411/15 tanggal 1 Desember 1973.

 

PT. Duta Karya Swasta kemudian mengajukan permohonan ke Departemen Penerangan untuk menerbitkan Surat Kabar SINAR DJAJA. Permohonan ini mendapat persetujuan dengan Surat Ijin Terbit (SIT) No. 1002/SK/Dir. PP/ 1970 tanggal 12 Agustus 1970. Peluncuran pertama kali Surat Kabar “SINAR DJAJA” dilakukan pada 29 Agustus 1970. Tanggal ini yang ditetapkan sebagai Hari Ulang Tahun Sinar Tani.

 

Berganti ‘Baju’

 

Nama Sinar Djaja mempunyai arti sebagai sumber penghidupan bagi pertanian. Pemberian sinar ini harus memberikan kemajuan yang berjaya. Namun pada 2 April 1986 nama “Sinar Djaja” berganti menjadi “Sinar Tani”. Penggantian nama ini atas pertimbangan bahwa nama adalah sesuatu yang penting diperhatikan karena menunjukkan identitas.

 

Nama “Sinar Djaja”, tidak menunjukkan identitas. Bahkan nama ini terkesan “kodian” yang digunakan berbagai kalangan. Misalnya, nama perusahaan mebel, nama perusahaan angkutan bis antar kota, nama bengkel dan sebagainya.

 

Karena itu perubahan nama menjadi Sinar Tani diharapkan bagi yang mendengar nama tersebut sudah mengetahui maksud penerbitan itu. Nama ”SINAR TANI” dirasakan lebih cocok.

 

Sejak masih bernama Sinar Djaja hingga menjadi Sinar Tani, motto tabloid tercinta ini kerap berganti. Pada awal penerbitan adalah ”Suara Hanura Karyawan Tani & Nelayan”. Lalu pada 1 Juni 1971, diadakan perubahan logo dan motto menjadi “Suara Karyawan, Tani, Nelayan Membangun”. Pada 11 Maret 1972 logo dan motto juga berganti menjadi “Membawakan Amanat Pembangunan”. Setelah beberapa kali berganti logo dan motto, akhirnya Tabloid Sinar Tani mantap pada logo dan motto yang ada saat ini yakni, “Membangun Kemandirian Agribisnis”.

 

Sinar Tani dan Penyuluh

 

Keberadaan Tabloid Sinar Tani tidak bisa lepas dari penyuluh pertanian. Keduanya ibarat dua serangkai. Sinar Tani menyadari bahwa masyarakat tani di pedesaan dapat ditingkatkan kesejahteraannya melalui penyuluhan pertanian yang dilakukan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

 

Sementara itu, Sinar Tani berperan aktif menyediakan informasi kebijaksanaan dan teknologi terkini kepada para penyuluh. Informasi dari Sinar Tani itulah yang kemudian diolah menjadi bahan penyuluhan kepada petani.

 

Kesadaran inilah yang mendorong Tabloid Sinar Tani untuk terus berusaha secara tertib dan teratur menyampaikan informasi kebijaksanaan pembangunan pertanian terbaru dan informasi teknologi pertanian terkini kepada penyuluh. Bahkan Tabloid Sinar Tani dipergunakan sebagai pengisi amunisi para penyuluh sehingga mampu memompa semangat untuk terus tetap bergerak meski dalam keadaan yang sangat sulit sekalipun. Inilah yang membedakan Tabloid Sinar Tani dengan yang lain.

 

Sejarah “kesetiaan “ ini tergambar dari perjalanan selama 44 tahun ini. Ketika tahun 1988 diangkat sejumlah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Penyuluh Pertanian Spesialis (PPS)  yang mana Badan Pengendali Bimas sebagai “satminkal”-nya (Satuan Administrasi Pangkal)-nya, Bappenas menyetujui untuk memanfaatkan Sinar Tani sebagai wahana membekali/menyampaikan bahan penyuluhan kepada PPL dan PPS tersebut.

 

Inilah yang membuat Tabloid Sinar Tani tak bisa dipisahkan dengan Penyuluh Pertanian. ***

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162