Loading...

Air, Benih dan Alsintan Tetap Fokus Utama Tahun 2019

16:26 WIB | Tuesday, 20-February-2018 | Nasional | Penulis : Clara Agustin

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat rakor teknis infrastruktur di Jakarta

 

 

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian masih menjadi penyediaan air, benih dan alat mesin pertanian (alsintan) fokus utama pada tahun 2019. Sebab, ketiga sarana produksi tersebut menjadi faktor utama dalam peningkatan produksi.

 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan Pertanian 2019 ‘Penguatan Infrastruktur dan Korporasi Petani untuk Percepatan Pertumbuhan Sektor Pertanian Berkualitas di Jakarta, Selasa (20/2) mengatakan, ketersediaan air yang dimaksud adalah ‘memanen air’ dengan membuat tampungan air, serta perbaikan jaringan irigasi.

 

“Jadi air hujan yang turun kita tampung. Nantinya bisa kita manfaatkan. Karena itu, pembuatan embung, long-storage, pompanisasi serta pipanisasi lainnya masih kita tekankan,” kata Amran.

 

Selain ketersediaan air yang menjadi fokus, menurut Amran, bantuan benih unggul juga menjadi program utama di tahun 2019. Alasan utamanya, selama ini rata-rata produksi padi di Indonesia 5 ton/ha, tapi ternyata ada yang mencapai 10 ton/ha. “Jadi nantinya bantuan benih unggul akan dititikberatkan yang hasilnya dapat mencapai 10 ton/ha. Kita cari yang terbaik hasilnya,” tegasnya.

 

Pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga masih menjadi prioritas. Hal ini terbukti karena dengan menggunakan alsintan dapat menghemat biaya produksi hingga 50%. “Makanya bantuan alsintan ini tinggi. Tahun yang lalu saja mencapai 1.000 unit,” kata Amran.

 

Amran menegaskan, penghapusan kebijakan yang menghambat di sektor pertanian pun dihapus. Setidaknya sudah ada 241 regulasi (kebijakan) yang dihapuskan dan rencananya akan ada 50 regulasi lagi yang bakal dihapus. “Kita bahkan menghapus Perpres (Peraturan Presiden), karena setelah ditelaah kurang pas diterapkan di sektor pertanian,” katanya.

 

Amran mengakui, RMU (Rice Milling Unit) dan  hilirisasi masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Kementerian Pertanian, karena keberadannya masih rendah. Kondisi tersebut membuat petani terpaksa antri untuk melakukan penggilingan. Cla

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162